
Pasangan Megawati-Prabowo, bisa saja dicap tidak menghargai waktu. Tadi pagi, Sabtu,(30/5) saat pengundian nomor urut di KPU, Jl. Imam Bonjol, pasangan yang sempat dituduh kawin paksa ini, telat tujuh menit tiba di KPU.
Keduanya tiba di halaman KPU pukul 09.06 WIB dan memasuki ruangan rapat pleno,sekitar pukul 09.07 WIB. Jadi, molor tujuh menit. Karena, dalam skedul KPU, acara seyogianya dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Tapi rapat pleno tidak bisa dibuka, sebelum pasangan capres/cawapres lengkap. Terpaksa pasangan JK-WIN dan SBY-Boediyono menunggu.
Keterlambatan, meski sudah menjadi habitus di negeri ini, seharusnya jangan ditunjukkan oleh para elit pemimpin kita. Mereka semestinya menunjukkan kedisiplinan waktu, agar bisa menjadi anutan rakyat.
Keterlambatan tiba di tempat upacara sebelumnya juga sudah dipertontonkan pasangan Mega-Pro. Saat deklarasi pasangan ini di TPA Bantar Gebang, keduanya juga telat tiba dilokasi. Padahal, para pendukung mereka sudah menanti-nanti.
Ironisnya lagi, saat acara "Mega-Pro Mendengar Jurnalis" di kediaman Megawati di Teuku Umar, beberapa waktu lalu, acaranya juga molor, karena Ibu Mega telat.
Tidak bermaksud mendiskreditkan pasangan ini, rakyat tentu berharap, agar mereka tidak mengulangi hal ini. Sebab, bisa menjadi kerikil yang menjatuhkan keduanya dalam kompetisi pilpres ini. ***PET