Senin, 01 Juni 2009

Bu Any Jangan Cuma TP Ya..


Bu Any - Istri Presiden Kita SBY yang sekarang nyapres lagi - memang jarang peke jilbab. Artinya, kesehariannya dia tidak pake jilbab, seperti istrinya Pak JK-wakil presiden kita yang sekarang nyapres juga.

Dalam beberapa acara belakangan ini Bu Any suka tampil dengan jilbab. Misalnya saja, saat menerima Tarbiyah Islamiyah di pendapa Cikeas, beberapa waktu lalu.

Ya, semoga saja Bu Any make jilbab bukan sekadar TP atau tebar pesona karena suaminnya nyapres. Karena jilbab itu sama seperti simbol-simbol agama lainnya sakral. Jangan digunakan sebagai marketing politik, ya. ***PET

Aneh Deh, Nggak Pake Jilbab Kok Dipersoalkan. "Emangnya ga ada ada masalah lain, apa?"


Lagi-lagi soal jilbab. PKS meminta istri SBY dan Boediyono mengenakan jilbab. Menjadi aneh karena permintaan itu dikaitkan dengan politik, bukan semata-mata soal kewajiban perempuan muslim menutup aurat.

Ahmad Suaedy, Direktur Eksekutif The Wahid Institute dalam sebuah seminar bertajuk "Pancasila dalam Pusaran Globalisasi dan Fundamentalisme", Senin (1/6) mengkritik dorongan PKS itu sebagai kemunduran partai tersebut.

Suaedy mengatakan dorongan PKS tersebut adalah soal tawar-menawar politik bukan hal yang substansial.

Saya sepakat dengan Suaedy. Wacana berjilbab hanya dijadikan tawar-menawar politik, tidak lagi dimaknai secara substansial.

Sama seperti Suaedy saya menyarankan agar istri SBY-Boediyono tidak menurut saja kemauan PKS. Lain cerita kalau memang keduanya, atas dorongan hati nurani sendiri mengenakan jilbab, bukan karena desakan dari luar.

Rakyat berharap agar politisi jangan cuma berkutat pada persoalan simbolik saja, tetapi berpikirlah secara serius nasib ratusan juta rakyat Indonesia bila kalian kelak memegang kekuasaan. Ada banyak persoalan yang menuntut perhatian serius dari pada sekadar perdebatan soal-soal simbolik. ***PET

JK Memang Gesit..



Tagline Jusuf Kalla (JK), lebih cepat lebih baik memang ia buktikan. Tapi tunggu dulu. Ini tidak ada kaitanya dengan masalah rakyat.

Kabarnya JK berencana bertemuManohara Odelia Pinot yang mengaku disiksa suaminya, putra Sultan Kelantan, Malaysia. Kemarin, Minggu(31/5) Manohara berhasil melarikan diri dari cengkraman kekuasaan kerajaan Kelantan. Manohara pun ramai diberitakan media. Bahkan, tidak kalah hebohnya dengan berita-berita politik menjelang pilpres.

Jusuf Kalla bertindak cepat. Hari ini, Senin (1/6) melalu juru bicaranya, Meutia Hafid, JK mengungkapkan keinginannya menemui Manohara. Walaupun masih rencana - belumterlaksana - media pun langsung melahap rencana tersebut. Itulah kehebatan JK. Jeli melihat peluang.

Rakyat tentu berharap agar kegesitan JK ini dia tunjukkan juga dalam soal merespons persoalan rakyat, bila kelak terpilih sebagai presiden.

Bangsa ini memang membutuhkan pemimpin yang bertindak gesit menangani persoalan rakyat. Jumlahnya terlalu banyak karena itu membutuhkan kecepatan dalam mengambil keputusan. ***PET

Pengikut